Ketika Kita adalah Kita



Kita adalah manusia-manusia yang berbeda. Kita tidak saling kenal, dan mungkin kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Asing, kaku, ragu itu hal pertama yang ku rasakan saat kita pertama kali bertemu. tak pernah terbayang jika pertemu sesaat itu, obrolan ringan kala itu bisa menjadikan kita seakrab saat ini. 

kisah kita mungkin dianggap biasa saja, standar, tergantung dari sudut mana seseorang itu melihat kisah kita. dalam kisah ini kita adalah pemeran utamanya. sudah nyaris tiga tahun kita bersama, terlalu banyak kisah indah yang sulit untuk dilupa. ahh... mungkin ini terdengar lebay, tapi bagiku kalian merupakan sosok Happyvirus tersendiri yang bisa selalu membuatku tersenyum setiap kali kita bertemu dan bercengkrama.

hahaha, kata yang tak pernah berhenti keluar dari mulutku saat kita sudah mulai mengobrolkan hal-hal yang Unfaedah, dua jam tiga jam bahkan tak terasa saat kita tengah mengobrol bersama. hari-hari spesial kita tak pernah tinggal untuk kita rayakan bersama.

bersama kalian aku bisa menjadi aku yang apa adanya, tanpa harus memikirkan ini itu yang memusingkan kepala. kalian adalah sosok yang dapat memberikan inspirasi dikala aku sudah hampir putus asa. segala masalah yang kita hadapi bersama terasa begitu gampang untuk diselesaikan.

Teruntuk kalian begitu banyak kata terimakasih yang mungkin tak sempat aku ungkapkan secara langsung, banyak kata maaf dan terimakasih yang mungkin luput dari jalan pikiranku. Terlepas dari itu semua, satu hal yang pasti selalu aku lakukan.. yaitu bersyukur atas pertemuan dengan kalian, ku harap kalian juga seperti itu. sekian juta detik telah kita lalui dan takkan pernah terulang lagi.

Nampaknya kisah perkuliahan kita sudah hampir habis masanya, namun besar harapanku agar kisah kita tak hanya berhenti bersamaan dengan selesainya perkuliahan kita ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Lama

Apa bisa??

Daily Pages, Teruntuk Teman baik-Terbaik ku