Senja dan Cerita tentang kita
SENJA
Senja
yang gelap diikuti rintikan air hujan saat salsa dan ayahnya naik mobil untuk
kembali kerumah. Salsa menyenderkan kepalanya ke kaca jendela sambil memandangi
lampu-lampu jalanan, lalu saat akan memasuki jembatan lampu jalanan itu
berkedap-kedip kemuadian kembali terang, lalu salsa menoleh kearah mobil
diseberang jembatan yang searah dengan mobilnya dan membuka jendelanya,
dilihatnya seorang anak laki-laki yang sepertinya sedang kesal dimobil itu, tak
lama anak lelaki itu menoleh kearah salsa juga, tanpa sadar Mereka saling
memandangi satu sama lain, namun kaca jendela mobil salsa ditutup oleh ayahnya
karena rintikan hujan membasahi dalam mobil, dan mobil mereka mulai melewati
jalur yang berbeda. “ada apa denganmu nak? Air hujannya akan membuat bajumu
basah”, Tanya ayah salsa, Salsa baru tersadar, “a-apa ayah?, ah iya maafkan aku
ayah”. Ayah salsa hanya tersenyum. “mengapa aku memandangi anak lelaki itu
tadi?”, Tanya salsa pada dirinya sendiri sambil menoleh kejembatan tadi. Di
lain sisi anak lelaki itupun bingung kenapa dia memandangi gadis itu tadi. “ada
masalah apa daffa?, cepat tutup jendelanya airnya dapat membuatmu basah”, ucap
ayah daffa.
(Salsa
nabila winata, dia adalah anak seorang guru sekolah dasar, namun ayahnya
memasukannya ke SMA dharma jaya yaitu sekolah elit dikotanya, dimana sekolahan
itu sudah taraf internasional dan fasilitasnya yang lengkap tentu saja
membutuhkan biaya yang banyak untuk tetap bersekolah disana, namun sang ayah
tidak memperdulikan itu asal putri tersayangnya dapat terus sekolah dan sukses
menggapai mimpinya. Demi membantu ayahnya, salsa bekerja paruh waktu setiap
pulang sekolah, sebagai guru privat.
(Daffa
andesta radisa, dia adalah putra satu-satunya dari CEO perusahaan ternama, dia
juga seorang penyanyi yang baru memulai debutnya setahun yang lalu saat kelas 1 SMA. Orang tuanya memindahkannya ke SMA
DHARMA JAYA, karena sekolah itu di sponsori oleh perusahaan ayahnya. Hobinya
selain bernyanyi dan bermain alat music adalah kabur dari pengawasan orang
tuanya, karena dia ingin merasakan hidup bebas tanpa harus diawasi terus. Dia
adalah tipe pria yang dingin dan suka mempermainkan perasaan wanita, walau
sudah bisa menghasilkan uang dari kerja kerasnya dia tetap saja selalu
menghambur-hamburkan uang ayahnya untuk hal-hal yang tidak penting).
1
tahun berlalu…
Hari
pertama di SMA setelah libur panjang, teman-teman dikelas 11 IPA-1 bahkan kelas
lain menyiapkan pesta penyambutan untuk daffa yang dikabarkan akan pindah
kesekolah ini dan akan masuk kelas 11 IPA-1, namun salsa hanya duduk
dibangkunya karena dia tidak tertarik pada hal-hal seperti itu, tiba-tiba ada
seseorang yang menghampirinya yaitu leoni siswa pindahan juga tetapi dia adalah
pria yang baik, dia selalu membantu salsa dan teman-teman lainnya, “bagaimana
dengan liburanmu?”, Tanya leoni pada salsa. “ya seperti biasa, selalu kerumah
nenekku untuk menemaninya sangat menyenangkan saat bisa berkumpul lagi”.
Tiba-tiba teman-teman kembali kekelas bersama daffa, saat melihat leoni daffa
sangat terkejut, “hei teman”, saut daffa pada leoni. Leoni hanya tersenyum lalu
merangkul daffa, “dua pria tampan yang bersahabat”, saut salah satu fans daffa.
Tiba-tiba daffa melihat anggun lewat, “apakah dia juga disini”, Tanya daffa
pada leoni. “ya, seperti yang kau lihat”. Anggun adalah kakak kelas yang
disukai daffa sejak di Sekolah Dasar, namun dia selalu saja menganggap daffa
hanya sebagai adik.
Tak
lama rossy dan teman-temannya kembali kekelas dan mulai membuat rusuh suasana
kelas, karena mereka terkenal dengan sikap mereka yang angkuh dan merasa
berkuasa, “oh.. daffa ku, silahkan duduk disamping kursiku”, saut rossy. Namun
bell masuk berbunyi, leoni segera pergi kekelasnya dan teman-teman segera duduk
di kursi mereka masing-masing,sedangkan daffa pergi keruang guru. Setelah guru
dan daffa sampai dikelas, guru memilihkan kursi untuk daffa namun daffa
berkata,”guru bagaimana jika aku duduk disamping wanita itu dia terlihat sangat
cantik”. Ucap daffa sambil menunjuk kearah salsa, guru hanya bisa meng-iyakan
namun rossy terlihat sangat kesal dan marah pada salsa. Ketika jam istirahat,
rossy mendatangi daffa dan mengatakan bahwa salsa tidak selevel dengan daffa
dan menyuruh daffa bertukar tempat duduk dengan siswa lain, “daffa lebih baik
kau bertukar tempat duduk, jangan duduk dengan gadis licik ini. Kulihat dari
tadi dia memandangimu, jangan-jangan dia menjadikanmu target agar bisa bertahan
disekolah ini”.(rossy selalu seperti itu, dari kelas 10 dia selalu merendahkan
salsa). Mendengar itu salsa langsung berdiri dan berjalan keluar namun daffa
menarik tangannya lalu memeluknya, “lepaskan aku”, ucap salsa.
“apakah masalah jika aku berhubungan dan duduk
bersebelahan dengan orang seperti dia?”, ucap daffa.
“daffa!”,
bentak rossy.
Tiba-tiba
dion datang, (dion adalah kakak rossy, dan dia selalu bermusuhan dengan daffa)
”oh!
Pemandangan apa ini? Seorang bintang seperti daffa memeluk wanita yang tak
selevel dengannya, ini benar-benar berita besar”.
Leonipun
datang karena melihat kelas salsa sangat ramai, dia melihat daffa sedang
memeluk salsa lalu dia langsung menarik salsa dari pelukan daffa dan membawanya
keluar.
“dasar
perempuan licik, setelah kejadian waktu itu dia masih saja berani, jangan ada
yang menyebarkan rumor buruk tentang daffa!”oceh rossy. “kejadian waktu itu?
Ada apa dengan gadis itu?”, Tanya daffa pada dirinya sendiri. Lalu daffa keluar
mencari salsa dan leoni, namun dia hanya bertemu pada leoni. “leo, dimana dia?
Dan aku tidak tahu apa maksud mereka dengan kejadian waktu itu?”, Tanya daffa.
“dia mungkin sedang ke perpustakaan, itu kejadian saat awal semester 2 tahun
lalu, saat itu aku juga baru pindah kesini, saat itu dion kau tahu dia kan?,
dia mengatakan bahwa salsa memohon-mohon agar dion mau menjadi pacarnya, agar
dia bisa bertahan disekolah ini. Padahal saat itu aku melihat bahwa dion yang
memohon-mohon agar salsa mau menerimanya, karena saat itu salsa adalah siswi
yang sangat popular, tapi teman-teman hanya percaya pada kata-kata dion”.
Saat
pulang sekolah daffa melihat anggun bersama teman-temannya, ia sedang mencoba
menjadi seseorang yang tidak lagi menyukai anggun didepannya, lalu ia melihat
salsa sedang jalan sendirian daffa menarik tangan salsa dan memasangkan helm
dan memaksa salsa naik motornya, “kumohon, jangan jadikan aku terlihat bodoh”,
ucap daffa. Salsapun naik lalu daffa langsung meng-gas motornya dan dia
mengendarai dengan sangat cepat, terlihat dibelakang pengawal daffa sedang
mengikutinya dengan mobil, lalu daffa menambah kecepatannya. Salsa berpegangan
dengan erat pada daffa, entah kenapa jantung salsa berdetak sangat cepat.
Setelah mobil pengawalnya tidak terlihat lagi, daffa berhenti disuatu gang
kecil,
“maaf
aku memaksamu. Dimana alamat rumahmu, aku akan mengantarmu pulang”, ucap daffa.
“aku
akan turun disini saja, sebaiknya kau pulang, kulihat sepertinya pengawalmu
mencarimu”, jawab salsa sambil turun dari motor dan melepaskan helmnya.
“tunggu!, kau telah membantuku, jadi sebaiknya
aku mengantarmu pulang”, ucap daffa.
“tidak,
lebih baik kau kembali, aku tidak ingin ada skandal”, tutur salsa. “aku akan
meminta leoni menjemputku, jadi lebih baik kau pulanglah lebih dulu”, sambil
mengeluarkan telponnya dari tasnya.
Daffapun
meninggalkan salsa, tapi ternyata salsa tidak menelpon leoni, dia malah
berjalan kaki sendirian. Tak lama sebuah motor berhenti disampingnya, ternyata
daffa kembali, “sudah kutebak, kau tidak mungkin menelpon leoni. Cepatlah naik
jangan biarkan aku menjadi seseorang yang tidak tahu diri dengan meninggalkan
seorang wanita dijalan sendirian”. Daffa memaksa salsa naik lalu langsung
meng-gasmotornya dan berhenti disebuah rumah, yaitu rumah salsa, “jalan pramuka
no.69 warna coklat, benarkan?”, Tanya daffa. “bagaimana.. bagaimana kau tahu?”,
Tanya salsa. Daffa hanya tersenyum lalu pergi. “untung aku sudah bertanya pada leoni”,
ucap daffa dalam hati, “hari ini meski hanya sejenak setidaknya aku bisa
bebas”. Namun saat sampai dirumah daffa langsung dimarahi oleh ayahnya, “tidak
bisakah kau berhenti bersikap kekanak-kanakan!”, bentak ayahnya. Namun daffa
hanya berjalan masuk kekamarnya. Berhari-hari daffa tidak masuk sekolah,
pengawalnya mengirimkan surat izin kesekolah yang menyatakan bahwa daffa sedang
sakit, tapi kenyataannya daffa mengurung diri didalam kamarnya.
Saat
daffa kembali masuk rossy sangat senang dan ternyata dia memindahkan kursi
salsa jauh dari daffa. Daffa berjalan kearah salsa, “apa yang terjadi?, kenapa
kau bertukar tempat duduk?”, Tanya daffa. Namun salsa hanya diam. “apakah kau
tidak menyukaiku? Apakah kau sedang merendahkanku?”, Tanya daffa. “oooh.. itu
tidak mungkin daffa, bagai mana bisa seorang rendahan seperti dia merendahkan
orang seperti kita, anak dari seorang guru SD dan seorang guru privat rendahan seperti
dia, mana bisa merendahkan kita”, ucap rossy sambil tersenyum sinis pada salsa.
Salsa berlari keluar, daffa ingin mengejarnya namun rossy menahan daffa, “apa
yang kau lakukan!”, bentak daffa pada rossy namun rossy tetap menahan daffa.
Sampai
dirumah daffa meminta pada ayahnya untuk les privat dan ternyata daffa meminta
salsa menjadi tutornya. Keesokan harinya daffa mengajak salsa pulang bersama,
namun salsa menolak dan berkata bahwa dia sedang ada urusan. Salsa tidak tahu
bahwa dia akan menjadi tutor daffa, sampai dirumah daffa salsa sangat terkejut
dan tidak yakin karena jarang sekali rumah yang megah dan mewah menjadikannya
guru privat. Tidak hanya sampai disitu, salsa lebih terkejut lagi saat melihat
daffa yang membuka pintu rumah itu, “selamat sore J”, ucap daffa.
“ka-kau
yang…”,”iya, itu aku, aku yang ingin menjadikanmu tutor ku”, potong daffa. Mau
tidak mau salsa harus menjadi tutor daffa karena dia sangat membutuhkan uang.
Sejak hari itu salsa jadi terikat dengan daffa. Daffa sering mengajak salsa
pulang bersama karena salsa langsung mengajar dirumah daffa, namun salsa selalu
menolak dan lebih memilih untuk pergi sendiri, sampai-sampai daffa membuat
peraturan jika salsa telat kerumahnya maka hari itu mereka tidak akan belajar dan
tidak melakukan apa-apa, karena itu salsa terpaksa pulang bersama daffa diikuti
dengan pengawal-pengawalnya, “bukankah hidupku sangat membosankan?, bayangkan
setiap hari aku terus dipantau dan diawasi oleh ayahku”, lalu salsa melepaskan
pegangannya pada daffa, “yah pegangan!, ada apa denganmu!”, bentak daffa.
Sampai
dirumah, daffa bercerita pada salsa mengenai anggun, namun salsa terus saja
menjelaskan materi tanpa menghiraukan daffa, lalu daffa memegang bahu salsa
dengan kedua tangannya dan menyuruh salsa berhenti menjelaskan, “tidak tahukah
kau bahwa aku hidup didalam kurungan?, kumohon biarkan aku bebas, selama ini
aku tidak punya tempat untuk bercerita, kumohon.. aku tidak punya orang lain”,
tutur daffa. “baiklah, jika kau ingin melupakannya maka jangan menghindarinya,
tapi beranilah saat didepan dirinya”, jawab salsa. Salsa terus menjelaskan
bagaimana cara melupakan anggun, bahkan salsa dan daffa sengaja pulang bersama
setiap hari agar daffa bisa benar-benar yakin telah melupakan anggun.
Salsa
terus membantu daffa melupakan anggun sekaligus belajar untuk ujian kenaikan
kelas. Hingga akhirnya daffa sedikit bisa melupakan anggun. karena salsa sering
bersama daffa, rossy dan dion sangat kesal, mereka berniat untuk membuat salsa
tidak bisa mengikuti ujian, namun leoni mengetahui rencana mereka itu. Jadi
saat ujian hampir dimulai, beberapa saat setelah rossy dan dion mengurung salsa
di gudang, leoni datang dan menolong salsa, salsa sangat berterimakasih dan
sampai memeluk leoni. Kebetulan saat itu daffa juga tengah mencari salsa, dan
dia melihat salsa sedang bersama leoni. Daffa langsung pergi dan berpura-pura tidak
melihat apa-apa. “ada apa denganku, kenapa aku jadi aneh begini saat melihat
mereka berpelukan, ah.. untuk apa aku pikirkan!”, ucap daffa pada dirinya
sendiri.
Part
II
Libur semester segera berakhir,
salsa sedang diperjalanan dari rumah neneknya, “ah.. ini seperti dua tahun
lalu, jalan ini…”, ucap daffa. Salsa menatap keluar jendela sambil tersenyum
tiba-tiba dilihatnya mobil daffa melintas disebrang jembatan, “apakah….”, ucap salsa. Kini sekolah telah
masuk kembali, dan salsa tetap menjadi tutor daffa, karena nilai daffa yang
meningkat ayah daffa tetap mempekerjakan salsa, walau dia merasa ada yang aneh
pada mereka.
“wah
kita sekelas lagi, ini benar-benar takdir”, ucap daffa pada salsa saat salsa
sedang menjelaskan materi dirumahnya. Sebenarnya daffa yang meminta pada
ayahnya agar dia bisa sekelas dengan salsa agar dia lebih mudah saat belajar.
“mungkin aku sudah sangat gila sampai meminta pada ayah agar bisa sekelas
dengannya”, ucap daffa dalam hati.
Suatu
hari leoni mengungkapkan perasaannya pada salsa, sebenarnya sejak pertama dia
melihat salsa ada sesuatu yang aneh pada perasaannya, dia selalu ingin
melindungi salsa, “salsa, maukah-maukah kau menjadi kekasihku?”, namun salsa
mengatakan bahwa dia hanya menganggap leoni sebagai kakaknya, itu sangat
melukai hati leoni, tapi dia tetap bahagia karena setidaknya dia berperan dalam
kehidupan salsa. Salsa bertanya pada daffa apa yang dia lakukan saat liburan,
lalu daffa menjawab bahwa dia pergi ke rumah ibunya, “benarkah itu adalah
daffa?”, ucap salsa dalam hati. Keesokan harinya daffa mengajak salsa pulang
bersama, “untuk hari ini biarkan aku bebas”, ucap daffa. “tapi..”. “kumohon”,
pinta daffa.
saat
pengawalnya sedang lengah daffa meng-gas motornya, dan pengawal itu tidak tahu
daffa pergi dengan siapa. Daffa membawa salsa ke taman bermain, “akhirnya aku
bisa bernafas”, ucap daffa. Salsa hanya tersenyum lalu salsa menarik daffa
ketempat penjual, “mana bisa kau pergi keluar seperti ini?”, ucap salsa. Lalu
salsa membeli topi dan kaca mata dan menyuruh daffa memakainya agar tidak ada
skandal dan agar mereka tidak dikerumuni fans-fans daffa. setelah puas bermain
salsa membeli ice cream, namun daffa bilang dia tidak ingin ice. “kau sangat
dingin, seperti ice ini”, ucap salsa. Daffa berdiri lalu memakan ice cream yang
dipegang salsa, “tapi ice manis”, ucap daffa sambil tersenyum.
Rossy
melihat salsa dan daffa sering pulang bersama, lalu ia mengikuti mereka
ternyata mereka kerumah daffa, hingga keesokan harinya rossy menyebarkan rumor
bahwa salsa adalah wanita yang sering memanfaatkan kebaikan pria. Salsa sangat
sedih mendengar rumor itu, lalu salsa pergi keluar kelas saat daffa ingin
mengejar, kali ini anggun yang menghalanginya. Anggun mengajak daffa berbicara
digudang, anggun mengatakan bahwa ada hal penting tentang perasaannya yang
ingin dia katakana pada daffa, dan menyuruh daffa pergi ke caffe dekat rumahnya
setelah pulang sekolah, ternyata salsa berada di dekat gudang itu, kini salsa
sadar bahwa kedekatannya pada daffa itu adalah hal yang tidak benar, karena
status mereka sangat berbeda.
Akhirnya
saat daffa mengajak salsa pulang bersama, salsa menolaknya, “hari ini kan kita
tidak ada jadwal privat”, ucap salsa. Namun daffa tetap memaksa dan memakaikan
helm pada salsa, namun ditengah perjalanan ponsel daffa berbunyi, lalu daffa
berhenti sejenak dan mengangkat ponselnya, salsapun turun. Ternyata itu telpon
dari anggun yang sedang menunggu daffa. Salsa menyuruh daffa pergi karena dia
tahu itu adalah anggun, “aku akan menghubungi ayahku dan meminta dia menjemputku,
jadi pergilah”, ucap salsa sambil memberikan helm pada daffa. Daffapun pergi,
namun kali ini salsa juga tidak menelpon ayahnya dia malah berjalan sendiri,
hingga saat dia memasuki jalan yang sepi, ada preman yang mengganggunya, dan
tak lama ternyata daffa kembali dan menolong salsa, namun bibir dan wajah daffa
terluka karena terkena pukulan preman itu. sampai dirumah salsa ternyata
ayahnya sedang ada rapat dan pulang terlambat, salsa mengobati luka daffa,
“kenapa kau kembali?”, Tanya salsa. “karena aku tahu kau pasti tidak
menghubungi ayahmu, aku tidak akan tertipu lagi”, jawab daffa sambil memeluk
salsa. “jangan pernah lakukan itu lagi, karena aku-aku tidak ingin kau
sendirian”. “baiklah”, jawab salsa. Lalu daffa mengusap luka dibibirnya, “yah,
biar aku obati”, bentak salsa. Saat salsa sedang mengobati luka daffa, daffa
berkata, “apa yang kau lihat jangan terlalu lama menatap bibirku”, “yah”,
bentak salsa sambil berdiri. “lebih baik kau obati sendiri”, ucap salsa.
Daffa
melihat-lihat sekeliling rumah salsa, lalu salsa keluar setelah berganti
pakaian. Salsa menyuruh daffa cepet pulang agar ayahnya tidak khawatir, namun
sebelum pulang daffa melihat jepit rambut yang dipakai salsa mengingatkannya
pada gadis yang dilihatnya 2 tahun lalu,”apakah?, kita pernah saling melihat
sebelumnya?”, Tanya daffa. “kenapa?”, “jepit itu mengingatkanku pada seseorang
yang kulihat 2 tahun lalu”, “kau ingat?, hal itu sangat aneh, aku tanpa sadar
memandangimu”, jawab salsa. “benarkah kau?, apakah ini takdir”, ucap daffa
sambil memeluk salsa, “aku tidak tahu tindakanku ini benar atau salah, tapi aku
sungguh tidak ingin pergi dari sisinya”, ucap salsa dalam hati. Keesokan
harinya saat salsa sedang mengajar privat, iya kelelahan dan tertidur, lalu
daffa mencium kening salsa namun hal itu dilihat oleh kepala pelayan dirumah
daffa, lalu ia melaporkan hal itu pada ayah daffa dan akhirnya ayah daffa
bertindak dan memecat salsa sebagai tutor daffa, bahkan hendak mengeluarkan
salsa dari sekolah. Daffa sangat marah pada ayahnya, sedangkan salsa dia hanya
bisa pasrah dengan apa yang terjadi. Daffa ingin tahu bagaimana keadaan salsa,
namun ayahnya mengurung daffa bahkan menyita semuya gadgetnya yang dapat
membantunya berkomunikasi dengan salsa. “salsa.. ,maafkan aku, ini salahku”,
ucap daffa sambil melihat keluar jendela.
Lalu
daffa membuat kesepakatan dengan ayahnya, bahwa dia akan pindah sekolah keluar
negeri asalkan ayahnya membiarkan salsa tetap bersekolah disana. Ayahnya
menerima tawaran daffa dan langsung mengurus persiapan kepindahan daffa, namun
suasana disekolah sangat kacau, mereka menyalahkan salsa atas kepindahan daffa.
Saat daffa tengah bersiap-siap untuk pergi keluar negeri, ibunya datang kerumah
dan berbicara pada ayahnya, karena selama ini daffa terus bercerita pada
ibunya. “apa kau tidak mengerti?, selama ini kau telah mengurungnya?, tidak
bisakah kau membiarkan dia menikmati masa mudanya?, aku tahu kau berambisi
menjadikanmu ahli waris, tapi lihat dia, dia terkekang didalam sini”, ucap ibu
daffa pada ayahnya. “semua ini bukan urusanmu!”, bentak ayah daffa. “bukan
urusanku?, bagaimana ini bisa menjadi bukan urusanku?, aku yang mengandung dan
melahirkanya, aku ibunya, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu?”, oceh
ibunya sambil menangis. “selama ini aku membiarkan dia hidup bersamamu agar dia
bisa bahagia, jika aku tahu kau akan menghancurkannya, maka sebaiknya aku yang
mengurus dia. Kau carilah ahli warismu yang baru”, ucap ibu daffa sambil
menarik daffa keluar dari rumah. “ayo pergi nak, kita cari kebebasanmu”, ucap
ibu daffa. Ayah daffa hanya terdiam setelah melihat mantan istrinya itu
menangis, karena sebenarnya ia masih mencintai mantan istrinya itu. “baiklah”,
teriak ayahnya. Aku akan membiarkannya bersama wanita itu, tapi ada satu syarat
kau tinggallah disini dan mari kita rawat dia bersama-sama lagi”, jawab ayah
daffa. Ibunya langsung berbalik dan berlari memeluk ayah daffa.
Lalu daffa langsung mengeluarkan motornya dan
datang kerumah salsa. Sampai disana dia meminta maaf pada salsa, “maafkan aku,
karena aku kau harus melewati hal sulit ini”, “ini bukan salahmu, lagi pula
yang kualami tak sesulit dengan apa yang kau alami”, jawab salsa. “akuharus
mengenalkanmu pada ibuku, lalu daffa mengajak salsa dan ayahnya kerumahnya dan
mengenalkan mereka pada ayah dan ibunya, “winata?”, Tanya ayah daffa. Ternyata
ayah salsa adalah sahabat ayah daffa saat mereka masih sekolah dahulu, dan
mereka pernah berjanji jika mereka menikah dan mempunyai anak pria/wanita yang
masih sebaya maka mereka akan menjodohkannya.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar