JANJI YANG TAK BERARTI
JANJI YANG TAK BERARTI
Beberapa waktu telah
berlalu, namun lita anggraini atau yang akrab dipanggil ita ini sejenak
teringat akan masalalunya setelah melihat album foto lamanya.
Berawal dari saat
pertama mereka bertemu satu sama lain, saat itu benar-benar adalah sebuah kesan
yang sangat mendalam, dimana saat itu ita sedang membantu nenek-nenek pulang
kerumahnya, namun saat mereka berjalan disuatu jalan yang sepi, ada 2 orang
preman yang mengganggu ita dan nenek itu, kebetulan ada seorang pria bernama
Adrian pranata melewati jalan itu, awalnya dia tidak ingin ikut campur dan
ingin pergi begitu saja, tapi entah kenapa seperti ada yang menahannya disana
untuk membantu gadis dan nenek itu. Akhirnya Adrian menghentikan motornya dan
membantu gadis dan nenek itu dan berkelahi dengan preman itu, preman itupun
pergi namun wajah Adrian lebam dan luka karena dipukuli preman itu.
Lalu Adrian mengantar
ita pulang kerumah, sampai disana ita membantu Adrian mengobati lukanya, dan
mulai dari sanalah Adrian menyimpan perasaan pada ita. Setelah beberapa minggu
Adrian baru menyadari bahwa ita berada di universitas yang sama dengannya, dia
selalu mencoba mendekati ita, bahkan setiap pagi selalu mengajak ita berangkat
bersama, namun ita selalu menolak karena dia tahu Adrian sudah mempunyai pacar,
yaitu annisya anak salah satu dosen di universitasnya. Sebenarnya Adrian tidak
menyukai annisya, namun dia dipaksa oleh teman-temannya.
Hingga akhirnya suatu hari
Adrian memutuskan annisya agar bisa lebih dekat dengan ita, namun ita malah
semakin menghindar dari Adrian, akhirnya Adrian membawa ita kesuatu tempat
untuk berbicara serius, “ada apa denganmu?, kenapa kau semakin menghindar,
padahal aku melakukan semua ini hanya untukmu”. “aku tahu, tapi aku merasa
tidak pantas denganmu, karena aku hanya orang biasa sedangkan kau, kau adalah
anak dari cucu pendiri universitas ini”, jawab ita.
“apa yang salah dengan
itu, kita tidak akan tahu jika kita belum mencobanya”, sanggah Adrian.
Ita menangis lalu pergi
begitu saja, “maaf”….
Kabar mengenai kedekatan
ita dengan Adrian mulai menyebar sampai terdengar oleh annisya,karena kesal
pada ita yang membuat Adrian memutuskannya, annisya mulai mengganggu ita, tidak
hanya dikampus tetapi juga diliuar kampus. Saat annisya sedang mengurung ita
digudang, tiba-tiba Adrian datang dan menolong ita lalu memarahi annisya.
Adrian sangat marah pada annisya, lalu anisya meminta maaf pada Adrian namun
Adrian pergi begitu saja sambil menarik tangan ita.
Sejak hari itu ita baru
menyadari ketulusan Adrian, lalu mereka semakin dekat. Hingga suatu hari Adrian
mengajak ita untuk makan malam dengan keluarganya, namun setelah sampai dirumah
Adrian, orang tuanya tidak menyambut ita dengan baik karena mereka tahu ita
berasal dari keluarga yang biasa. Adrian sangat kesal dan marah pada sikap
orang tuanya itu dan dia merasa sangat bersalah pada ita, namun ita mengerti
kenapa orang tua Adrian bersikap seperti itu dan meminta Adrian untuk tidak
kesal pada orang tuanya. Lalu mereka membuat ‘janji untuk tetap bersama apapun
yang terjadi’.
Namun tidak hanya sampai
disitu, kini dikampus tidak ada lagi yang ingin berteman dengan ita karena ada
rumor bahwa ita adalah tukang rayu. Bahkan mahasiswa lain sering melempari ita
dengan kertas bahkan dengan telur. Melihat hal seperti itu terjadi Adrian tidak
bisa diam begitu saja, dia mendatangi annisya, namun ita melarangnya, tetapi
Adrian tetap saja melabrak annisya, ita terus menghalangi Adrian, lalu Adrian
membentak ita dan menyuruhnya menunggu diluar karena dia ingin berbicara dengan
annisya. Melihat Adrian seperti itu, ita langsung pergi meninggalkan Adrian. Setelah
selesai Adrian menelpon ita dan mengiriminya pesan, namun ita tidak mengangkat
telpon ataupun membalas pesannya, karena khawatir Adrian pergi kerumah ita,
Adrian menggedor-gedor pintu namun ita tidak keluar juga. Adrian terus
menunggui didepan rumah ita bahkan sampai hari berganti, ketika ita membuka
pintu rumahnya dipagi hari, dia terkejut karena Adrian masih didepan rumahnya,
dia mendekati Adrian, lalu tiba-tiba Adrian pingsan begitu saja, ita langsung
menghubungi rumah sakit sambil tidak berhenti menangis.
Mengetahui hal itu orang
tua Adrian sangat khawatir, lalu dia menyuruh ita untuk menjauhi Adrian dan
menawari ita sejumlah uang, namun ita menolak itu, karena dia mencintai Adrian
bukan demi uang, orang tua Adrian sangat kesal dan marah, namun mereka masih
membiarkan ita menemani Adrian dirumah sakit agar Adrian bisa lekas sembuh. Tak
lama setelah Adrian keluar dari rumah sakit, orang tua Adrian member 2 pilihan
pada Adrian,
“pertama, jika kamu
ingin melepaskan ita itu dan pergi keluar kota maka kami akan membiarkan dia
tetap kuliah dikampus ini, sedangkan yang kedua, jika kamu tetap memilih dia,
maka kami akan mengeluarkan dia dari kampus ini, apakah kamu ingin merusah
impian dan masa depannya?, Tanya ibu Adrian.
Adrian sangat bingung
harus memilih apa, lalu dia pergi menemui ita, ita sangat senang karena Adrian
ingin menemuinya, Adrian bertanya pada ita, “apa kmu mempunyai mimpi?”
“tentu, mimpi yang telah ada sejak aku di sekolah dasar, mimpi menjadi seorang designer dan membuka boutique serta WO, agar aku bisa membantu menyiapkan pernikahan orang banyak, kenapa tiba- tiba kau bertanya?”, jelas ita.
“tentu, mimpi yang telah ada sejak aku di sekolah dasar, mimpi menjadi seorang designer dan membuka boutique serta WO, agar aku bisa membantu menyiapkan pernikahan orang banyak, kenapa tiba- tiba kau bertanya?”, jelas ita.
“ah..??, hanya saja.. “.
“dan aku ingin tetap
bersamamu dalam mewujudkan mimpi itu, seperti janji kita”, ucap ita.
Lalu Adrian hanya
tersenyum namun matanya berkaca-kaca. “aku berharap kita bisa bertemu dan
memulai dari awal lagi hubunhgan kita saat mimpimu telah kau gapai”, ucap
Adrian.
Sudah beberapa hari
tidak ada kabar dari Adrian, lalu tiba-tiba secara tak sengaja ita
bertemuadrian ditaman, ita sangat senang karena beberapa hari ini dia takut
karena tidak ada kabar dari Adrian. Namun sesuatu yang tak pernah diasangka
oleh ita, Adrian mengatakan bahwa dia ingin putus, tanpa mengatakan apa-apa
lagi, Adrian meninggalkan ita begitu saja ditaman sendirian. Air mata ita tak
henti menetes, dan ia tak henti menghubungi Adrian, namun Adrian tidak pernah
mengangkat telpon dari ita, “aku hanya ingin tahu satu hal, apa janji itu tak
berarti apa-apa?”, Tanya ita pada dirinya sendiri, sejak hari itu Adrian pindah
ke universitas di luar kota, sedangkan ita kembali belajar dikampus seperti
biasa dan mencoba tersenyum menghibur diri.
6 tahun kemudian…
Adrian kembali ke kota
asalnya setelah ia lulus dan menjadi seorang dokter, “akhirnya aku bisa
kembali”, ucap Adrian pada foto ita.
Disisi lain ita sedang
menulis sebuah novel diruang kerjanya, yang penuh dengan buku dan
pakaian-pakaian. Setelah beberapa hari sampai dikota kecil ini, Adrian mulai
mencari keberadaan ita lagi, namun ia masih belum bisa menemukannya. Hingga
suatu hari Adrian mengantarkan adiknya ke sebuah boutique gaun pengantin, dan
disanalah dia bisa menemukan ita lagi. Setelah ita selesai bekerja Adrian
menunggui itadan mengajaknya mengobrol, pertemuan mereka terasa sangat canggung
karena sudah lama tidak bertemu. Adrian menceritakan semua kejadian sebenarnya
6 tahun lalu, lalu dia bertanya apakah ita ingin memulainya dari awal lagi,
namun… , “maaf, tapi aku sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah”,
jawab ita. Adrian benar-benar kecewa. “aku telah mencoba memahamimu, tapi tetap
saja aku tidak bisa dan mencoba melupakan semuanya sampai aku bertemu dengan
tunanganku”, jelas ita. “aku tahu… ini salahku karena aku mengabaikan janji
itu…”, ucap Adrian dalam hati.
---- ----
Ita tersadar dari
bayangannya, “hhe…. walau waktu diputar ulang, aku tetap akan memilih jalan
ini, karena ini jalan yang terbaik untuk kita dan semua orang disekitar kita,
meski harus menggoreskan sedikit luka karena sebuah janji yang tak berarti”,
ucap ita sambil menutup album dan bersiap pergi kerumah ibu mertuanya.

Komentar
Posting Komentar