GADIS PENJAGA KASIR
GADIS
PENJAGA KASIR
“senyuman itu mendamaikan
hatiku”
“ternyata terlahir
sebagai putra dari pemilik hotel ternama juga tidak asik, dimana bahkan sebuah
persahabatan hanya sebatas uang”,ucap dimas erlangga. Dia adalah putra dari
pemilik hotel ternama dan cucu dari ketua komite di sekolahnya.
“aku ingin menjadi
kupu-kupu yang bebas hidup dimanapun, dan bebas mau kemanapun”
Dimas selalu memilih
hidup bebas dan menyerahkan semua mengenai hotel dan perusahaan kepada
kakaknya, setiap harinya ibu dan ayahnya sibuk dinas luar sampai tidak pernah
memperhatikannya, oleh karena itu dimas selalu memilih untuk terus berada
diluar rumah, Dimas serta temannya dion, radit dan yoga terkenal sebagai genk
yang paling disegani di sekolahnya, karena mereka semua sangat hebat dalam
berkelahi. Dimas dianggap sebagai ketua genk itu, hampir semua siswi di SMA itu
menyukai dimas, karena ketampanannya dan ketrampilannya dalam berkelahi.
Dimas selalu mampir
ke caffe disebrang toko serbaada yang berada dijalan dekat sekolahnya. Dia
selalu memandangi gadis penjaga kasir ditoko itu dari caffe ini.
“tanpa tahu siapa
namanya, aku telah merindukannya”
Dua jam setelah bell
pulang dimas selalu mampir ke caffe ini dan mulai memandangi gadis itu, tanpa
perlu tau siapa namanya dan dimana dia tinggal. Melihat gadis itu tersenyum saat
menyapa pelanggan itu sudah cukup baginya. Sebenarnya gadis itu adalah anak
dari seorang wanita yang pernah ditabrak oleh kakak dimas hingga wanita itu
meninggal, namun kakak gadis itu dan kakak dimas selamat dari kecelakaan itu.
Karena itu awalnya dimas tidak berani datang ke toko itu namun lama kelamaan
dia berani bahkan dia berani mengajaknya pulang bersama. Entah perasaan
bersalah atau apa dimas selalu bahagia saat melihat gadis itu tersenyum,namun
saat melihat dimas gadis itu menjadi sinis dan kesal.
Setiap gadis itu
pulang dari bekerja dimas selalu menjemputnya namun gadis itu selalu menolak
dengan sinis, meskipun sudah sering bertemu namun dimas tidak pernah tahu namanya.”hei!
kenapa kamu selalu marah padaku?”, ucap dimas. “pertanyaan bodoh”jawab gadis
itu kesal.setiap hari sabtunya dimas selalu menjemput gadis penjaga kasir itu
disekolahnya, karena jam pulang mereka yang sama. dan selalu saja gadis penjaga
kasir itu menolak dimas dengan sinis, namun hal itu tidak membuat dimas kesal
atau marah, tapi malah membuat dia semakin semangat. “gadis bodoh, kau akan
menyesali ini suatu hari nanti”, ucap dimas pada dirinya sambil tersenyum puas.
Suatu hari saat
gadis penjaga kasir itu bekerja hingga tengah malam, dimas menungguinya sambil
berdiri didepan pintunamun setelah menunggu empat jam dari sore, dimas berjalan
pergi meninggalkan toko itu, mungkin dia lelah. Tak beberapa lama setelah
kepergian dimas, datanglah dua pria menggunakan pakaian hitam mencoba mencuri
uang ditoko itu gadis itu dan temannya sangat ketakutan namun tiba-tiba dimas
yang ternyata belum pulang datang dan membantu mereka. Dimas berkelahi dengan
preman-preman itu dan berhasil membuat preman itu kabur, namun wajah dimas
penuh darah dan lebam. Lalu dimas membentak gadis itu, “apa kau akan tetap
bekerja seperti ini hah!, apa kau gadis yang tak kenal takut. Benar-benar
membuatku khawatir”, lalu ia pergi begitu saja dari toko itu.
Keesokan harinya
dimas tidak menjemput ataupun datang ketoko itu, “ah ada apa denganku, bukankah
ini bagus karena dia tidak mengganggu hidupku lagi”, ucap gadis itu sambil
membersihkan toko. Seminggu kemudian saat gadis itu sedang membereskan toko,
ada pelanggan yang datang, gadis itu segera member salam namun ucapannya itu
terhenti ketika melihat bahwa pelanggan itu adalah dimas. “apakah kamu
merindukanku?”, Tanya dimas dengan kepercayaan dirinya. “gadis itu kembali
melakukan tugasnya tanpa menghiraukan dimas. Lalu dimas membeli beberapa
plester dan berdiri didepan meja kasir. “nona.. cepatlah aku ingin membayar
ini”. Gadis itu segera datang dan menghitung belanjaan dimas lalu ia
berkata,”pergilah aku yang akan membayar ini karena kau sudah menolongku”.
“baiklah.. ngomong-ngomong apa kamu sudah tidak marah lagi padaku?”. Tanya
dimas namun gadis itu hanya diam. Dimas mengerti lalu dia keluar namun bukannya
pulang dia malah duduk dicaffe sebrang toko itu sambil memandang kearah toko
itu.
Dari sana dilihatnya
ada pemuda yang sedang menggoda gadis itu, lalu dimas langsung berlarike toko
itu, “jangan ganggu pacarku”, bentak dimas, pemuda itu langsung mengenali dimas
lalu pergi setelah mengambil belanjaannya. “bukankah aku telah menyuruhmu
pergi, dan aku bukan pacarmu”, ucap gadis itu sinis. “ini juga aku baru mau
pergi… kalau begitu sekarang kau adalah gadiskuJ”. Ucap dimas sambil tersenyum menutup pintu
dan pergi, sedangkan gadis itu hanya tercengang tak percaya dengan apa yang
dikatakan dimas barusan.
Lusa harinya dimas menjemput gadis itu, gadis
itu menyuruh dimas pergi namun dimas tetap saja mengikutinya sampai gadis
itupun kesal, “apa tidak cukup kejadian 2 tahun lalu yang telah menghancurkan
hidupku? Haruskah sekarang kau juga mengganggu hidupku..ku mohon.. kumohon
pergi menghilanglah dari kehidupanku, aku tidak ingin berurusan lagi dengan
keluargamu”. Ucap gadis itu sambil berjalan pergi meninggalkan dimas.
Setelah beberapa
hari Saat dimas berjalan pulang ada beberapa preman yang menunggu kedatangannya.
Preman-preman itu adalah teman-teman dari preman yang pernah dihajar dimas di
toko waktu itu. Karena mereka terlalu banyak dimaspun tak sanggup melawan
mereka. Mereka memukuli dan menendang dimas hingga dimas kesakitan dan penuh
luka. Setelah puas mereka meninggalkan dimas yang terkapar kesakitan, namun
dengan sisa tenaganya ia malah pergi ketoko karena mengkhawatirkan gadis itu.
Dimas segera pergi setelah gadis itu melihatnya, tetapi gadis itu keluar dan
menghampiri dimas. “ada apa denganmu?” Tanya gadis itu. “tahukah kamu.. kondisi
dirumahku juga sangat kacau, setelah kejadian itu kakakku menjadi orang yang
gila kerja. Dia menjadi orang yang seperti tidak mempunyai hati lagi. Bukan
hanya kau yang kehilangan tapi kami juga… “. “claria mouri, akh jadi itu
namamu(ucap dimas sambil membaca pin nama gadis itu), baiklah mulai hari ini
aku akan berhenti mengganggumu, jadi kamu bisa hidup dengan lebih tenang”, ucap
dimas sambil masuk ke taxi. Gadis itu hanya memandangi kepergian dimas.
Sesampainya dirumah
dilihatnya oleh gadis itubahwa kakaknya dan kakak iparnya sedang menunggunya
dirumah, “apa kau lupa? Ini hari peringatan kematian ibu”. “aku ingat kak,
hanya saja tadi ada beberapa hal yang harus kuurus”. Saat tengah berbincang,
sang kakak menceritakan kembali kejadian yang sebenarnya 2 tahun lalu. “saat
itu sebenarnya ibu bukan meninggal karena kecelakaan itu, melainkan sebenarnya
ibu memang telah meninggal saat perjalanan aku membawanya kerumah sakit, dan karena
aku terlalu panic aku menabrak mobil itu dan menyebabkan istrinya meninggal”.
Gadis itu menangis tersedu-sedu mendengar cerita kakaknya, dan mengingat
perkataan dimas tadi.
Beberapa hari dimas
tidak datang ke toko ataupun caffe itu, gadis itu merasa bersalah karena selama
ini dia telah membenci dan marah pada dimas. Gadis itu selalu memandang keluar
menunggu kedatangan dimas, namun dimas tidak kunjung datang. Dua minggu telah
berlalu namun dimas dan gadis itu belum juga bertemu. Tiba- tiba gadis itu
bermimpi bertemu dimas, “yah! Yah! Aku ingin membayar ini cepatlah bangun!”,
ucap dimas. Gadis itu terbangun dan terkejut karena melihat dimas, “akh.. mimpi
yang benar-benar indah”. Lalu dia hanya tersenyum, “aku bahagia meski ini hanya
mimpi, maafkan aku aku merindukanmu.. sepertinya aku juga mencintaimu tanpa
tahu namamu”, ucap gadis itu. “apa yang sebenarnya kau katakana claria “sambil
memegang bahu claria. Claria terkejut karena ia bisa merasakannya,”hah,
benar-benar seperti nyata”. Lalu gadis itu memegang tangan dimas, “kya!!
Sadarlah, ada apa denganmu aku jadi merinding” sambil melepas pegangan tangan
gadis itu. “hah?! bukankah ini mimpi?”, tanyanya. “kau benar-benar aneh gadis
penjaga kasir!”. Claria mencubit-cubit pipinya dan ternyata ini bukan mimpi,
dia menunduk malu karena teringat perkataannya tadi,”bodoh.. ada apa
denganmu?”, ucap claria pada dirinya sendiri. Lalu buru-buru dia menghitung
belanjaan dimas. “terimakasih telah berbelanja disini”, ucap claria sambil
tersenyum aneh. Dimas hanya mengambil belanjaannya lalu berlalu pergi,
tiba-tiba claria berkata, “maafkan aku untuk selama ini aku… aku salah paham
padamu..”. dimas berhenti sejenak lalu melanjutkan jalannya. “akh bodoh, kenapa
aku mengucapkan itu!!”.
Malampun tiba,
terlihat hujan lebat diluar. Claria hanya memandangi hujan sambil membayangkan
betapa bidohnya dia tadi. Tanpa tersa jam kerjanya sudah habis 10.10 malam. “claria,
ini paying, diluar hujannya sangat lebat.. berhati-hatilah”, ucap teman
kerjanya. Claria berjalan keluar, belum jauh dia melangkah tiba-tiba ada
seseorang yang berlari kearahnya dan memegangi paying, “bukankah semuanya telah
selesai sekarang?”, ucap dimas sambil memegangi payung. Sedangkan claria hanya
terdiam seakan tidak percaya. “mulai sekarang kau adalah gadis penjaga hati
dimas bukan gadis penjaga kasir lagi”, ucap dimas sambil merangkul bahu claria
dan berjalan.”dimas… iya, itulah nama pria yang ku cintaiJ “

Komentar
Posting Komentar