Apakah ini cinta atau derita?

Apakah ini cinta atau derita?

Namaku RADESA YULIASARI(namasamaran), aku siswi kelas X.1. aku mempunyai seorang sahabat yang telah kukenal lebih kurang 4 tahun, dia bernama DIANASARI(namasamaran), dia adalah seorang wanita yang baik, tetapi yang aku tidak suka dari dirinya adalah sikapnya yang terus ingin mempertahankan pacarnya yang bernama DINO WINATA(namasamaran). Aku dan teman-temanku lainnya tidak setuju dia berpacaran dengan seseorang yang bernama dino itu, tapi dia tetap saja mempertahankannya.
Cerita awal dari pertemuan mereka:
diana menyukai salah satu temannya yang bernama *******(namadisensor), tetapi saat baru masuk SMA pria yang bernama ******* itu kenal dengan siswa bernama dino, entah dia tahu atau tidak perasaan nurma padanya, tetapi dia malah mencomblangkan diana dengan dino, yaitu dengan memberika nomor diana pada dino. Diana mengetahui niat ******* itu, namun dia bersikap tidak perduli pada dino. Tetapi setelah kurang lebih lima hari saling berkenalan lewat sms, diana mencoba untuk kenal dekat dengan dino dengan berpacaran, walau awalnya dia sama sekali tidak mempunyai rasa pada dino. Namun aku dan sahabat-sahabat lainnya tidak setuju dengan dino itu, tapi diana terus membelanya. Hingga akhirnya suatu hari terdengar kabar bahwa dino belum putus dengan mantan pacarnya yang dulu, mengetahui itu sahabat-sahabat diana tidak bisa tinggal diam, mereka menanyakan kebenaran pada wanita itu yang kebetulan siswi kelas tetangga kami, dan ternyata itu adalah kabar yang memang benar adanya. Setelah mengetahui itu diana dan wanita itu membuat keputusan untuk putus dengan dino.
Lama tak terdengar lagi berita mereka,dan tiba-tiba saat tahun ajaran baru semester dua dimulai, diana member tahu kami bahwa dia telah balikan dengan  dino pada tanggal 26-Desember.* whuoo!!, setelah semua kejadian itu?!| benar, sungguh tidak masuk akalkan?*.  kami sungguh tidak habis pikir tentang bagaimana cara berpikir teman kami yang satu ini, tapi apa boleh buat?dia mengatakan bahwa dia telah benar-benar jatuh hati padanya , dan dia yang menjalaninya bukan kami, jadi bagaimana bisa kami menghalanginya, jika itu yang memang bisa membuatnya bahagia.
Sebulan berlalu, tapi menurutku tidak ada perubahan pada diri dino, mereka hanya berkomunikasi dengan telpon, sms, inbox, atau lainnya, tetapi tidak pernah berbicara langsung.  Dino  tidak berani mendatangi diana, alasannya adalah malu, tetapi saat diana mendatanginya dia malah pergi dengan teman-temannya*stresskandia*. Beberapa kali sering terjadi begitu, hingga diana mengatakan dia merasa malu, seakan-akan diana adalah wanita yang benar-benar mengharapkan dia.
Melihat semua itu, aku mempunyai rencana untuk mengetahui apakah  benar-benar suka atau tidak pada diana, dia sedikit terpancing, namun saat dia mengetahui semuanya, dia menyangkal semua yang pernah dia sms padaku saat aku menyamar menjadi fansnya. Dan kamipun hanya bisa mempercayainya.
Namun kurang lebih beberapa bulan dari itu, adalagi rumor yang mengatakan bahwa  dino mengungkapkan perasaannya pada wanita lain, tapi yang kutahu dari diana,  dino menyangkalnya dan mengatakan bahwa wanita itu yang menyukainya dan bukan dia yang menyukai wanita itu. Bukankah ini aneh?, seperti banyak kebohongan dalam hubungan ini. Aku bingung ini namanya cinta atau derita. Namun diana masih mempercayainya dan memberi dia kesempatan, tapi apa yang dilakukannya, dia tetap bersikap seperti itulah, dia menyia-nyiakan kesempatan ini, dia seakan-akan tidak memperdulikankeberadaan diana, bahkan dia terus saja menoleh kebelakang(memikirkan mantan pacarnya dulu).  
Aku tahu diana selalu seperti tidak dianggapnya, tapi diana tetap saja mempertahankannya, kami saja yang melihat tingkah dino sungguh tidak tahan, apalagi tingkahnya beberapa hari yang lalu, dimana mantan pacarnya sedang berolahraga saat istirahat, lalu ia pergi ke UKS dan menonton mantan pacarnya sedang bermain kasti. Dan saat kami datangi, dia malah pergi dengan temannya, hah!! Benar-benar membuat kesal, lalu kukatakan pada diana, “coba diemin dulu dia itu sampe dia sadar sendiri, jangan  sms, nelpon, nyamperin, ngelike atau apapun yang berhubungan dengan dia!”.

Aku tahu tak seharusnya ikut campur, tapi apa kami Cuma bisa diam melihat dia menderita??, terkadang dalam sebuah hubungan ada cobaan dan ujian, tapi tidakbisakah dia menghadapi semua itu bersama-sama, tidak bisakah dia lebih mengerti.kalau aku jadi diana, tidak akan adalagi kesempatan untuk kesekian kalinya, karena menurutku ini bukan cinta, melainkan derita!. Tapi kembali lagi keperasaan mereka masing-masing, mereka merasa semakin sering mereka bertengkar maka mereka merasa semakin bisa lebih memahami satu sama lain, dan lebih bisa saling memaklumi. Jadi ini semua mereka yang hanya bisa menyelesaikannya sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Lama

Apa bisa??

Daily Pages, Teruntuk Teman baik-Terbaik ku